Stress Saat Isoman? Ini Cara Mengatasinya!

Harian Berita – Pasien-pasien positif Covid-19 yang mengalami gejala ringan dan tanpa gejala memang diharuskan untuk isolasi mandiri di rumah atau di shelter khusus.

Isolasi mandiri ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus corona yang baru, yaitu SARS-CoV-2.

Selama isolasi mandiri pun, tak jarang banyak permasalahan yang harus dihadapi, salah satunya adalah stress.

Sebuah studi yang berjudul “The psychological impact of quarantine and how to reduce it: rapid review of the evidence” mengatakan, ketika melakukan isolasi mandiri, banyak mengakibatkan efek psikologis negatif termasuk gejala stres pasca-trauma, kebingungan, dan kemarahan.

Yang menyebabkan stress ini sendiri antara lain durasi isolasi mandiri yang lebih lama, ketakutan akan infeksi, frustrasi, kebosanan, ekonomi yang tidak memadai, informasi yang tidak memadai, kerugian finansial, dan stigma yang ada.

Daftar Alat Kesehatan yang Diperlukan saat Isolasi Mandiri

Di lansir dari ARQ National Psychotrauma Centre, orang yang mengalami stres, biasanya  merasakan beberapa perasaan sebagai berikut:

  1. Merasa khawatir menularkan ke orang lain.
  2. Membayangkan sesuatu yang buruk akan menjadi kenyataan, yang membuat cemas, sedih, atau gelisah.
  3. Merasa bersalah karena perilaku sendiri yang mungkin menyebabkan Anda – atau orang lain – terinfeksi.
  4. Marah dan cemas karena kebebasan Anda dibatasi untuk sementara.
  5. Murung atau mudah tersinggung.
  6. Kesepian dan terisolasi karena kontak dengan orang lain terbatas.
  7. Merasa gelisah dan tidak berdaya, atau kurangnya kontrol.
  8. Merasa tidak aman dan lebih waspada dari biasanya.

Tips Aman Belanja Online Internasional | RajaBeli.Com

Apabila sedang berada dalam kondisi harus isolasi mandiri dan merasakan hal-hal demikian, berikut ada beberapa cara mengatasi stress ketika isolasi mandiri.

Langkah-langkah yang bisa dilakukan:

  1. Mengevaluasi perasaan yang dirasakan dengan bertanya pada diri sendiri, seperti “Bagaimana perasaan saya hari ini?”
  2. Membuat jadwal rutinitas harian dan menetapkan jadwal dan tujuan realistis.
  3. Menerima emosi yang dirasakan. Anda juga bisa bicara dengan orang yang dipercayai melalui pesan singkat atau telepon.
  4. Jangan mengikuti berita mengenai Covid-19 untuk sementara waktu. Hal ini bisa mengakibatkan trigger stressor.
  5. Cobalah untuk mengalihkan kekhawatiran dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan, seperti menonton film atau membaca buku.
  6. Membuat jurnal harian, bermain game sehingga mental akan terus beraktivitas.
  7. Keep contact dengan teman, keluarga, dan kolega melalui telepon atau WhatsApp.
  8. Selanjutnya, jangan mengonsumsi alkohol, tembakau, atau narkoba sebagai pelarian.